Skip to main content.
Related sites:
More related sites: www.indonesia-icao.org
Communications,Navigation and Surveillance Home | About Us | Disclaimer | Archive | Global Information | CNS Room | Contact Us

Who   We   Are     And    What   We   Do


BREAKING NEWS: Dari sumber berita AV News di bawah judul: Crash: Malaysia B772 near Donetsk on Jul 17th 2014, aircraft was shot down. Disebutkan bahwa pesawat Malaysia Airlines tertembak jatuh oleh peluru kendali darat ke udara jenis BUK, di dekat perbatasan Ukraina-Rusia. Seluruh penumpang dan awak pesawat yang berjumlah 298 termasuk 2 anak kecil warganegara Malaysia dan 1 anak kecil WNI tewas. Pesawat jenis B777-200 dengan registrasi 9M-MRD MH-17/KL-4103 dari Amsterdam ke Kuala Lumpur membawa 298 PoB, terdiri dari 154 warganegara Belanda dan 11 orang diantaranya adalah WNI termasuk 15 awak pesawat." In the morning of Jul 18th Malaysian Airlines corrected the initial passenger count from 280 to 283, listing 189 Dutch, 44 Malaysian, 27 Australian, 12 Indonesian, 9 British, 4 German, 4 Belgian, 3 Philippine, 1 Canadian, 1 New Zealand and 4 unknown citizens". Pesawat ditembak jatuh di posisi N48.56 E37.21 pada pukul 13:43Z (UTC). Ketentuan ICAO mewajibkan jalur udara di atas ruang udara negara yang sedang bertikai atau tidak selamat, HARUS ditutup untuk semua operasional penerbangan sipil dan HARUS dialihkan ke jalur udara yang selamat oleh otoritas penerbangan sipil terkait. Kami, indonesia-icao.org turut berdukacita yang sedalam-dalamnya atas tragedi "kecelakaan" ini ☆
"Fly Me To The Moon" sung by Westlife

"Safety culture is the ways in which safety is managed in the workplace, and often reflects "the attitudes, beliefs, perceptions and values that employees share in relation to safety" .....Cox, S and Cox, T , 1991.


Editorial Note: Pengunjung Indonesia yang setia di manapun Anda berada di seluruh penjuru dunia, terimalah sapaan khas kami: Salam Selamat.. Terkait dengan musibah udara yang kembali lagi terjadi yaitu "kecelakaan" pesawat milik MAS dengan nomor penerbangan MH17 dan KL4103 berdasarkan code agreement dengan KLM. Saat ini kami sedang mempersiapkan sebuah tulisan yang diharapkan akan menjadi pencerahan keselamatan bagi semua pejalan udara (air traveler) Indonesia. Tulisan ini diharapkan akan menjadi informasi penting bagi kita semua mengingat jalur udara L980 (Lima niner eight zero) adalah airway yang sangat populer terutama bagi penumpang dari/ke Indonesia ke/dari Heart of Europe karena menghubungkan Asia Tengara dengan kota-kota tujuan populer di Eropa. Jalur ini diterbangi oleh lebih kurang 300 penerbangan dari banyak maskapai penerbangan tekenal dunia setiap hari. FAA telah mengeluarkan aturan larangan penggunaan airway ini sejak 23 April 2014, khusus bagi maskapai Amerika. Otoritas penerbangan sipil Ukraina telah membatasi ketinggian jelajah minimum yang diperkenankan adalah 32.000 kaki (QNE), sesuai dengan NOTAM nomor A1508/14 yang berlaku sampai dengan 17 Agustus 2014. Sebagaimana dalam running text kami, demi profesionalitas penerbangan, penyusunan lebih cermat dan tentunya akan lebih memakan waktu, dibandingkan dengan berita-berita di media lain. Apakah jalur ke Eropa yang akan Anda terbangi memberikan jaminan keselamatan? Nantikan tulisan yang sedang dipersiapkan.....

Awalnya portal ini adalah media resmi kami pada saat sedang bertugas di Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), Montreal, Canada selaku wakil negara Republik Indonesia, dari awal 2004 sampai dengan Desember 2006. Tanpa mengenal rasa bosan, seiring dengan berlalunya waktu dan kepedulian kami terhadap bangsa dan negara tercinta ini khususnya untuk masalah keselamatan penerbangan sipil, kami akan terus melanjutkannya sampai sekarang. Slogan portal kami pada saat itu yaitu Wakil Indonesia di ICAO telah disesuaikan menjadi: Gema Keselamatan Global Untuk Indonesia. Sejak awal portal ini memang telah dipersiapkan agar dapat disajikan secara berkelanjutan, profesional, dan terbuka serta dikelola secara swasembada. Beragam tema dan judul penulisan semata-mata disajikan kepada semua masyarakat peduli keselamatan penerbangan sebagai bentuk sumbangsih kami yang berkelanjutan.

Pengunjung kami sangat beragam dan tersebar di seluruh penjuru dunia, dari yang berdomisili di kota di negara Federasi Rusia sampai ke Wichita di negara bagian Kansas, Amerika, atau kota Palmas di negara bagian Tocantins, Brazil, Amerika Latin. Selain itu pengunjung kami lainnya berasal dari Torrance, South Bay region Los Angeles County, Amerika, Mexico City dan kota-kota di Asia, Eropa, dan Pacific Rim, termasuk kota Cimahi, Bandung, Tanjungbalai, Sragen, Mojokerto serta kota-kota yang terletak dipelosok terpencil di Papua dan Kalimantan. Namun, siapapun dan dimanapun Anda berada bukan masalah bagi kami, Anda adalah bagian dan kebahagiaan yang sangat berarti bagi kami. Partisipasi Anda merupakan sebuah nilai tambah bagi masyarakat peduli keselamatan. Tercatat, rata-rata lebih dari 100-200 pengunjung baru kami dalam setiap minggu. Tanpa Anda kami tidak berarti. Demi Anda, keluarga dan bangsa, jadilah pelaku peduli keselamatan penerbangan. Terimakasih bangsaku.

Di tahun 2014 ini, dimana persaingan bisnis di industri penerbangan menjadi demikian ketatnya, telah teridentifikasi oleh kami selaku pencermat masalah keselamatan, beberapa kondisi yang dapat mempengaruhi terbentuknya sebuah proses keselamatan. Dengan pemikiran "tidak dikenal maka tidak disayang", kami beranggapan bahwa kondisi ini perlu untuk dimunculkan kepermukaan dan diperkenalkan sebagai bahan pencerahan. Dalam kondisi apapun, percayakanlah kepada kami, demi terpenuhinya keselamatan penerbangan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia, kami akan tetap melakukannya secara cermat seraya melanjutkan bentuk upaya ini hanya dengan dasar not for profit dan bersikap secara profesional serta independen.

Data Bank Dunia tahun 2013 menyajikan, jumlah penumpang internasional dan domestik yang terangkut oleh maskapai nasional Indonesia dari semua bandar udara (di Indonesia) dalam tahun 2012, mencapai 77,1 juta orang, yang diangkut dalam 528,842 penerbangan. Jumlah sebesar itu dapat dipastikan adalah angka diluar prediksi, bila melihat kenyataan kapasitas bandar udara internasional utama kita (yang menampung lebih kurang 51 juta penumpang), tidak dapat melayani secara normal, sesuai estimasi angka dalam business plan yang dimiliki oleh pelaku usaha di bidang ini. Atas dasar laporan resmi tersebut, yang akan muncul di benak kita dan menjadi perhatian bersama adalah sejumlah pertanyaan sebagaiberikut: maskapai yang bagaimana yang seharusnya melayani penumpang untuk jumlah yang sangat luarbiasa itu; apakah otoritas sudah menetapkan maskapai tersebut berdasarkan syarat keselamatan; apakah otoritas sudah melakukan pengawasan yang baik; apakah fasilitas bandar udara sudah memenuhi persyaratan sertifikasi internasional; apakah kondisi maskapai dan fasilitas penunjang kita sudah memenuhi syarat keselamatannya, dan bagaimana pelaksanaannya dilapangan atau bagaimana kemampuan maskapai dimaksud untuk mengangkut jumlah sebanyak itu dalam waktu/jam keberangkatan yang hampir bersamaan, apakah yang akan terjadi bila jumlah sebesar itu dilayani oleh maskapai yang justru catatan keselamatannya buruk. Tentunya, kita bersama sepakat, bila jawaban yang diperoleh adalah bila bentuk pelayanan untuk penumpang sebanyak jumlah tersebut harus dilayani hanya oleh maskapai yang memiliki catatan keselamatan terbaik disertai fasilitas infra struktur yang memadai dan tercukupi kapasitasnya serta terawasi oleh pihak berwenang yang terkait untuk melaksanakan bisnis secara kode etik (code of conduct) yang sehat.

Dari sisi perhatian dunia terhadap maskapai kita, apakah Anda juga pernah memikirkan, mengapa hanya 5 (lima) maskapai nasional Indonesia yang diakui keselamatannya oleh badan audit Uni Eropa untuk kurun waktu yang cukup lama, bagaimana kondisi keselamatan maskapai lainnya. Apakah penambahan armada yang sporadis dilakukan oleh beberapa maskapai nasional kita sudah diperhitungkan dengan kapasitas bandar udara, kecukupan SDM pendukung atau fasilitas pendukung yang dimiliki atau hanya berdasarkan kaidah bisnis saja yaitu: memperoleh keuntungan sebesar-besarnya dengan meraup penumpang sebanyak-banyaknya dalam waktu sesingkat-singkatnya serta biaya produksi yang serendah-rendahnya tanpa perlu untuk mengimbanginya dengan pelayanan keselamatan yang sebaik-baiknya.

Sejak 2009, dari lebih 50 perusahaan penerbangan dari berbagai jenis pelayanan yang terdaftar di negara kita, hanya 3 (tiga) maskapai komersial berjadwal dan 2 (dua) tidak berjadwal atau charter yang diakui keselamatannya oleh Komisi Transportasi Uni Eropa berdasarkan kepatuhan dalam pengaplikasian SARPs ICAO. Ke-5 maskapai tersebut merupakan maskapai yang diakui memenuhi syarat (tingkat) keselamatannya. Dengan demikian ke-5 maskapai itu dapat dikatakan sebagai "representasi" negara Indonesia sebagai sebuah negara yang masih memiliki maskapai yang tidak seluruhnya dimasukkan kedalam daftar pelarangan terbangnya (black list). Maklumat yang dipublikasikan keseluruh dunia dan diketahui oleh semua masyarakat dunia, mencantumkan nama negara dan maskapai yang masuk dalam daftar pelarangan terbangnyanya (black list), melalui edaran yang disebut sebagai Legal Notice. Edaran ini akan selalu diperbaharui sebanyak-banyaknya 3 x dalam setahun. Uni Eropa dalam publikasinya selain menyebutkan nama negara juga menyebutkan secara lebih rinci lagi beberapa data lainnya seperti nama semua maskapai yang terdaftar disebuah negara beserta nomor AOC (Air Operator Certificate) yaitu sertifikat yang berisi persetujuan secara teknis operasional kepada sebuah maskapai komersial atau perusahaan penerbangan untuk melakukan kegiatannya secara resmi. Sertifikat ini dikeluarkan oleh badan otoritas penerbangan dimana maskapai itu terdaftar. Data lainnya yang ikut dicantumkan adalah kode ICAO dan IATA untuk maskapai tersebut.

Dalam maklumat itu, selain daftar maskapai yang sudah memenuhi syarat keselamatan, disebutkan pula maskapai yang tidak memenuhi syarat keselamatannya. Dari sekian banyak bentuk pengawasan atau audit dari badan dunia, hanya Uni Eropa yang bersikap paling tegas dengan mengeluarkan daftar sanksi pelarangan terbang atau lebih populer dengan sebutan blacklist. Sedangkan IATA melalui IOSAnya hanya mengaudit 1 maskapai nasional kita yang berarti telah memenuhi syarat keselamatan. FAA sejak 2007 telah menurunkan Indonesia dari kategori negara yang pernah patuh (sejak September 1997 sampai dengan 16 April 2007) menjadi kategori negara yang tidak patuh melaksanakan standar minimum ICAO (2007-sekarang), dalam sebuah pengkajian (assessment) keselamatan penerbangannya yang dikenal dengan program International Aviation Safety Assessment (IASA) yang dipublikasikan secara terbuka 1x setahun. Semoga dalam beberapa bulan kedepan di tahun 2014 ini Indonesia akan dapat kembali menjadi kategori 1.

Menghadapi kenyataan ini semua, keraguan yang akan muncul dipikiran kita bersama saat ini, tentunya akan berbeda dengan kenyataan pada saat Open Skies Policy di ASEAN akan diberlakukan dalam waktu dekat ini. Pada saat kebijakan langit terbuka itu dilaksanakan, Anda dapat dengan bebas dan mudah untuk memilih maskapai nasional atau asing dengan harga tiket yang terjangkau, baik dengan harga murah (discounted/low fare) atau dengan harga penuh (full service fare) ditambah dengan tingkat keselamatan yang diakui oleh banyak badan audit dunia. Gema keselamatan global akan mempengaruhi cara berpikir kita semua dalam memutuskan pilihan mana yang terbaik. Kebijakan ASEAN Open Sky sudah diambang pintu. Kepada kita semua sebagai pengguna, wake-up call sudah dibunyikan, marilah kita hadapi persaingan sehat ini dengan semangat kebersamaan untuk turut memajukan bangsa kita agar sejajar dengan keselamatan terbaik dari bangsa lain.

Tanpa memandang dimana posisi negara kita berada, jumlah armada yang kita miliki, atau seluas apa wilayah ruang udara yang menjadi tanggungjawab kita, cobalah Anda simak tulisan tersebut secara lebih cermat dan peduli untuk mengetahui sampai sejauh manakah kebijakan yang sedang atau sudah diterapkan terhadap penerbangan komersial di Indonesia. Jadikanlah sajian ini sebagai sebuah bahan renungan dan sekaligus pencermatan bersama.

Di tahun 2014 ini telah kami sajikan artikel yang dapat menjadi wake-up call bagi para pegiat peduli keselamatan di Indonesia yaitu Open Skies Policy dan Business vs Safety. Setelah cukup lama kami mencari bahan referensi untuk kedua artikel tersebut, akhirnya ditemukanlah sumber yang paling dapat dipercaya, valid dan transparan. Sumber tersebut menulis tanpa memandang strata negara yang terlibat (open skies partners), apakah masuk kategori sebagai "developed" atau "developing country". Sumber tersebut juga meyakinkan kebenaran dari hasil penelitiannya berdasarkan kasus di beberapa negara di dunia. Hasil penelitiannya kemudian dipublikasikan keseluruh penjuru dunia, dengan menyimpulkan bahwa bentuk kebijakan ini bila dijalankan secara benar, total dan komprehensif akan dapat memperoleh hasil positif. Selanjutnya, untuk memperoleh jawaban atas berbagai bentuk pertanyaan diparagraf 5 , kami persilakan Anda membaca artikel terkait di portal ini.

Dengan bermodalkan pengalaman di penerbangan sipil yang kami tekuni sejak 1974 dan juga pada saat kami melaksanakan penugasan mewakili negara di ICAO, merangkap selaku Atase Perhubungan RI untuk Kanada berkedudukan di KBRI Ottawa., kami akan terus menyumbangkannya melalui pencerahan ini. Pada tahun 2006, Badan SAR Nasional (Basarnas) menunjuk kami untuk mewakili dan mengikuti berbagai kegiatan International Cospas-Sarsat Programme yaitu sebuah sistem satellite search and rescue (SAR) untuk pendistribusian deteksi (penemuan) dan informasi keadaan tanda/sinyal darurat. International Cospas-Sarsat Programme yang awalnya berkantor pusat di London telah pindah ke Montreal. HQ's IATA, Cospas-Sarsat dan ICAO hanya berjarak beberapa blok jauhnya.

Pada periode tersebut diatas, penugasan untuk mewakili Indonesia di ICAO telah dilaksanakan oleh kami, Aries Martono bersama seorang tenaga staf, Agus Hermansyah, kandidat doktor dari Ottawa U (University of Ottawa). Berbekal portal ini, akan terus dilanjutkan pencerahan dalam upaya peningkatan keselamatan penerbangan di Indonesia, sesuai dengan VISI dan MISI kami.

Di ICAO (International Civil Aviation Organization) yang berkantorpusat di Montreal, tugas utama kami adalah mewakili Indonesia di bidang perhubungan khususnya subsektor penerbangan sipil.

Dalam menjalankan tugas tersebut di atas kami awalnya adalah pejabat dari Departemen Perhubungan d.h.i. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara yang kemudian dialihtugaskan untuk mengemban penugasan, yang baik secara administratif maupun teknis operasional berada dibawah kepemimpinan dan struktur organisasi Departemen Luar Negeri. Selanjutnya, Departemen Luar Negeri melalui Duta Besar Indonesia untuk Kanada menerbitkan surat penunjukan kami sebagai Perwakilan Republik Indonesia di ICAO kepada Sekretaris Jenderal ICAO. Atas dasar surat tersebut kemudian Sekretaris Jenderal ICAO menerbitkan sebuah surat maklumat bernomor S2/3.1; E 1/1.81 dan A 11/2.9., menyatakan perihal penugasan kami sebagai Perwakilan Republik Indonesia di ICAO efektif dimulai pada tanggal 1 Mei 2004. Surat tersebut kemudian didistribusikan kepada seluruh Anggota Dewan dan Perwakilan Negara Anggota.

Didalam pengisian materi, portal ini akan senantiasa berpedoman kepada isi amanah Undang Undang Penerbangan. Perwakilan RI di ICAO, terpanggil untuk senantiasa mewakili kepentingan Indonesia di bidang perhubungan khususnya penerbangan sipil dalam forum internasional. Kami berupaya melaksanakan peran aktif dan memberikan sumbangsih yang lebih nyata dengan menjalin jaringan (networking) antara ICAO sebagai organisasi sentral penerbangan sipil dan Organisasi Internasional lain yang terkait di bidang penerbangan sipil dengan Departemen Perhubungan, DGCA (Directorate General Of Civil Aviation), serta komunitas penerbangan di Indonesia. Komunitas penerbangan dimaksud dapat terdiri dari: operator, pengelola ruang udara (ANSP), pengelola bandar udara (airport authority), organisasi penerbangan (baik pemerintah maupun non pemerintah), lembaga pendidikan dan pusat latihan, pemerhati, lembaga konsumen, pencinta keselamatan yang dapat berperan sebagai pengawas independen serta pada akhirnya penumpang pesawat terbang yang juga merupakan masyarakat pengguna jasa transportasi udara di Indonesia.

Pada program kerja sasaran strategis (Strategic Objectives) ICAO periode tahun 2005-2010, faktor transparansi dan berbagi informasi (sharing) telah menjadi dasar dalam pelaksanaan misi peningkatan keselamatan, keamanan, keteraturan dan perlindungan terhadap lingkungan hidup (environment) penerbangan sipil dunia oleh ICAO. Kedua faktor tersebut diyakini akan menjadikan pelaksanaan misi ICAO terutama dalam meningkatkan keselamatan dan keamanan penerbangan mencapai sasarannya. Sebagai perwakilan Indonesia di organisasi sentral tersebut, melalui portal ini, kami akan mengkhususkan kepada penyampaian segala informasi yang berkaitan dengan usaha-usaha peningkatan keselamatan dan keamanan penerbangan serta keteraturan (keteraturan yang meliputi ATFM/Air Traffic Flow Management dan aspek ekonomi) serta perlindungan terhadap lingkungan hidup. Semua informasi tersebut kami peroleh baik pada saat mengikuti kegiatan persidangan di ICAO apakah di Council atau di ANC (Air Navigation Commissions) maupun di kegiatan lain seperti Conference, Workshop, Panel Discussion, Symposium dan Seminar.

Pada pemutakhiran data diakhir Nopember 2006, kami tayangkan secara umum dan sekilas tentang kegiatan di ICAO. Topik yang ditayangkan adalah seputar upaya bersinerji antara ICAO sebagai organisasi sentral penerbangan sipil dengan asosiasi penerbangan sipil lain seperti IFATCA (International Federation of Air Traffic Controllers Associations), IATA (International Air Transport Association), IFALPA (International Federation of Air Line Pilots Associations) dan ACI (Airports Council International). Pada dasarnya program kegiatan asosiasi tersebut lebih dititikberatkan kepada upaya turut membantu melaksanakan peningkatan keselamatan dan keamanan penerbangan sipil dunia yang didasarkan atas SARPs dari ICAO.

Dalam menu Tahukah Anda, Bahwa..... , kami tampilkan berita keselamatan baik dalam bentuk insiden dan penanggulanganya serta berita unik lainnya yang terjadi didunia yang kemungkinan besar tidak diberitakan oleh media masa di Indonesia. Juga beberapa informasi global lainnya yang masih terkait, antaralain penerbangan terjauh dan terpendek didunia, ketentuan terkini FAA untuk FO, keharusan menambah perangkat pengukur ketinggian, serta perbedaan antara ICAO dan IATA. Semua materi disajikan dalam bahasa Inggris dan Indonesia atau kombinasi keduanya. Kami akan terus memperbaharui informasi tersebut setiap bulan.

Pelaksanaan misi ICAO bagi penerbangan sipil dunia akan berimbas positip terhadap berbagai pelaksanaan standar maupun rekomendasi peraturan baik dalam bentuk pembinaan, pengawasan, pencerahan, pendidikan maupun kerjasama pelatihan bagi komunitas penerbangan sipil dalam negeri (domestik). Meningkatnya keselamatan penerbangan di dalam negeri akan mendorong peningkatan demand transportasi udara yang pada gilirannya nanti akan mendukung terciptanya pertumbuhan perekonomian bangsa. Dengan dasar kekuatan penerbangan dalam negeri yang senantiasa menjamin tingkat keselamatan yang tinggi, kita harus yakin bahwa suatu saat nanti Indonesia juga dapat menjadi pelaku yang diandalkan di pasar penerbangan internasional. Singapore Airlines yang merupakan sebuah operator penerbangan dari sebuah negara "kota" yang menerbangi lebih 62 kota dilebih 35 negara dan di 6 benua.

Maskapai dari negara kitapun suatu saat harus dapat menjadi pemain yang diperhitungkan oleh pasar dunia karena hal itu berarti sebuah pengakuan dunia. Sebaiknya maskapai pembawa bendera dapat meningkatkan komposisi penerbangan internasionalnya dengan mengurangi pelayanan domestiknya dan memberikan kesempatan kepada maskapai yang bukan sebagai flag carrier. Dibeberapa negara baik di Eropa maupun Asia, maskapai berlabel pembawa bendera tidak menjadi "raja dikandang sendiri". Secara bertahap penerbangan domestik dan regionalnya diserahkan kepada maskapai domestik dan maskapai anak perusahaannya. Maskapai utama akan berkonsentrasi kepada pelayanan internasional, baik long haul maupun medium.

Amerika saat ini tidak memiliki maskapai pembawa bendera. Maskapai penerbangan nasional seperti American Airlines, Delta Air Lines, United Airlines, Continental Airlines, dan US Airways, memiliki peranan yang sama sebagai flag carrier negara tersebut.

Setelah diberikan hak (melalui sebuah bentuk bid/tender) untuk mempergunakan slot AA, beberapa maskapai kelas menengah domestik memberikan pelayanan dalam negeri dan regional. American Eagle , SkyWest Airlines dan ExpressJet sebagian dari maskapai yang memperoleh kesempatan tersebut untuk melayani paket pelayanan domestik dan regional yang diberi nama AmericanConnection. Tentunya pemilihan AA kepada mitra kerjanya ini, diutamakan berdasarkan penilaian aspek keselamatan terlebih dahulu. Siklus yang demikian akan membentuk maskapai yang awalnya menguasai pasar domestik untuk mulai bergeser dan beralih untuk berkompetisi di pasar dunia.

Dengan dasar konsep, penerbangan adalah industri yang tidak mengenal batas negara (borderless) ini, menjadikan banyak negara berkembang didunia menerbangi ke banyak bandar udara tujuan diluar negaranya. Ethiopian Airlines, Srilanka Airlines, Biman Bangladesh Airlines, Cayman Airways dan Air Jamaica/Caribbean Airlines adalah sebagian dari maskapai pembawa bendera dari negara berkembang yang berhasil untuk berkompetisi di pangsa global dengan mengutamakan pelayanan penerbangan internasional. Maskapai kedua terakhir dari ke-5 maskapai tersebut merupakan maskapai dengan kepemilikan armada yang kecil namun telah berhasil dalam melakukan pelayanan global dan regional dengan dasar pengakuan masyarakat dunia. Kelima maskapai tersebut merambah ke tujuan internasionalnya setelah lolos dari salah satu atau lebih dari satu audit badan-badan audit internasional seperti ICAO, IATA, Transport Commissions dari Uni Eropa dan FAA. Perambahan keluar negara tersebut merupakan siklus pengembangan atau ekspansi bisnis di industri penerbangan yang berbasis persaingan internasional. Syarat utama adalah pengakuan dunia atas kinerja keselamatan maskapai tersebut. Selain akan mengangkat nama harum bangsa, konsep bersaing di luar batas negara ini juga akan memiliki nilai ekonomi dan prestasi keselamatan berdasarkan pengakuan dunia. Didalam ilmu bisnis, ekspansi usaha sejenis ini, dapat diartikan sebagai sebuah komoditas ekspor dari sebuah negara. Ekspor akan menjadi pos pemasukan utama terhadap devisa negara kita.

Tepatnya, sejak bulan Nopember 2012, kami terus melakukan banyak perubahan pada portal ini, mungkin dapat diistilahkan dengan sebutan "reborn". Serangkaian modifikasi penampilan dan pengayaan isi portal dengan berbasis pada pencerahan secara transparan bagi masyarakat umum telah meningkatkan jumlah kunjungan secara signifikan dan kontinyu. Memasuki minggu IV Juli 2014, portal kami telah dikunjungi sebanyak >44,800 x kunjungan , melalui domain www.indonesia-icao.org dan >12,300 x kunjungan , melalui indonesia-icao.org.

Di portal ini tersaji artikel yang terkait dengan maskapai yang memiliki rekam-jejak keselamatan yang terbaik yang belum pernah diulas secara khusus dan terbuka oleh media kita yaitu tentang bagaimana memilih maskapai yang memiliki keselamatan terbaik.

Kami mengemas semua artikel dengan gabungan yang berlatarbelakang pengalaman, independensi, transparansi dengan bentuk kegiatan yang bersifat not for profit, sehingga tingkat akurasi dan independensinya dapat dipertanggungjawabkan secara profesional.

Hal yang sangat penting bagi keselamatan Anda dalam perjalanan melalui udara akan terus dikupas secara lebih terbuka dan populer. Artikel ini berisi informasi dengan mempergunakan referensi 5 (lima) badan audit keselamatan yang diakui dunia yaitu: ICAO (organisasi penerbangan sipil dunia), FAA (Federal Aviation Administration) dari Amerika, IATA (International Air Transport Association), European Commissions dari Uni Eropa dan EASA (European Aviation Safety Agency) yang dipublikasikan keseluruh dunia secara rutin. Selain kelima badan tersebut masih ada beberapa badan lainnya yang juga menjadi referensi masyarakat pengguna dunia yang juga menjadi sumber inspirasi kami yaitu Civil Aviation Authority (CAA) U.K. (Inggris), Civil Aviation Safety Authority (CASA) dari Australia dan Transport Canada (TC), Kanada.

Menurut pencermatan kami, semua organisasi tersebut, dengan semangat yang bertujuan untuk terus meningkatkan keselamatan penerbangan sipil, walaupun tanpa melakukan konsesus bersama sebelumnya, namun hasil akhir (outcome) yang dipublikasikan keseluruh masyarakat dunia memiliki nilai esensi harmonisasi dan sinerji. Bentuk ini menunjukkan bahwa kinerja organisasi tersebut memiliki profesionalisme yang sejati tanpa pengaruh faktor eksternal apapun seperti politik, ekonomi (bisnis), pakta militer dan sebagainya.

Kepercayaan Anda untuk mengunjungi portal ini secara berkala, apapun alasannya, siapapun Anda, bagi kami sudah merupakan sumbangan yang sangat berharga. Peningkatan jumlah bagi kami, akan memiliki arti bertambahnya jumlah (individu) masyarakat Indonesia peduli keselamatan.

"Terimakasih bangsaku yang telah turut berpartisipasi melalui portal ini. Perkenankanlah bersama kami, dengan semangat saling bahu-membahu kita lakukan berbagai upaya peningkatan di keselamatan penerbangan sipil, untuk mencapai kesetaraan posisi, berdiri sama tinggi, duduk sama rendah dan bersanding sejajar bersama masyarakat dunia yang telah menikmati keselamatan penerbangan terbaiknya."

Keterlibatan untuk turut meningkatkan keselamatan penerbangan tidak mengenal dimensi batas negara, perbedaan politik, hirarki, senioritas serta diskriminasi, bahkan masyarakat dunia dimanapun berada dapat berperanserta baik langsung maupun tidak langsung. Apakah kita akan rela dan hanya berpangkutangan pada saat kondisi keselamatan yang terjadi di negara kita tercinta ini tidak memperoleh pengakuan yang semestinya oleh masyarakat dunia, justru pada saat negara-negara tetangga kita terus meningkat prestasi kinerjanya. Keselamatan terbaik adalah keselamatan seutuhnya dan merupakan hak setiap bangsa di dunia, termasuk kita, masyarakat Indonesia. Kami mengharapkan bersama dukungan masyarakat luas yang peduli keselamatan, kita dapat membentuk penerbangan sipil yang diyakini keselamatannya oleh masyarakat dunia, melalui pengakuan profesionalisme, transparansi dan berbagi. Profesionalisme, kinerja yang baik seutuhnya sebuah otoritas penerbangan dari sebuah negara akan membawa nama harum bangsa, seperti nama sebuah maskapai pembawa bendera ( the flag carrier) yang selalu dikaitkan dengan kinerja negaranya. Melalui keselamatan, kita dapat mengangkat derajat bangsa yang akan disegani kiprahnya di dunia. Harapan kami, semoga isi portal ini dapat diterima sebagai sekelumit sumbangsih kepada bangsa dan negara kita yang tercinta, Indonesia.

Untuk menjamin pemutakhiran informasi dan data, kami akan terus melakukan amandemen dan menyuguhkan tulisan yang disesuaikan dengan perkembangan teknologi dengan berdasarkan azas manfaat bagi masyarakat seperti topik tentang keengganan atau keterpaksaan seseorang untuk mempergunakan transportasi udara karena atau dengan rasa takut (fear of flying). Menurut ICAO, FOF dialami oleh 20-40% penumpang pesawat komersial dunia, bahkan menurut sebuah situs pemeringkat maskapai penerbangan menyebutkan dapat mencapai sebesar 60%. FOF diyakini bukan sebatas basa-basi ini, dapat menjadi topik yang menarik untuk diketahui oleh masyarakat khususnya masyarakat penumpang pemula.

Kolom baru berisi penjelasan singkat tentang Annex ICAO juga dapat Anda kunjungi melalui judul yang baru di sisi kanan subheading News. Sebagian isi tulisan yang lain juga sudah dapat Anda kunjungi didalam "heading" Global Information.

Melalui "subheading" Keselamatan, dapat di"klik" topik terbaru tentang Safety Audit Information. SAI adalah bagian dari Universal Safety Oversight Audit Programme (USOAP), yang merupakan salah satu upaya unggulan global ICAO untuk meningkatkan keselamatan melalui berbagai elemen penilaian dalam implementasi SARPs (Standards And Recommended Practices) yang dapat diukur berdasarkan rating. Audit ini dilakukan terhadap otoritas penerbangan sipil semua negara anggota (191 negara pada posisi 2014). Anda dapat mengetahui dengan jelas, sekaligus membandingkan hasil rating antar negara anggota tersebut dengan melakukan sendiri melalui program interaktif yang telah kami persiapkan. Dalam tulisan itu pula kami sisipkan dua paragraf yang berisi sekelumit pencerahan tentang kartel di bisnis penerbangan yang dapat mempengaruhi kinerja pengawasan dalam mempertahankan nilai efektif program USOAP.

Informasi lain yang tidak kalah menarik adalah tentang Bird Strike (gangguan burung) di bandar udara. Bird Strike terkait dengan Runway Safety yang merupakan salahsatu penyebab terjadinya kecelakaan yang dimasukkan kedalam three high-risk accident occurrence categories dunia versi ICAO. Bila Anda ingin mengetahui lebih jauh tentang Bird Strike, bacalah 11 pandangan tidak tepat yang berkembang di masyarakat.

Di bawah subheading What you should know... Anda dapat mengetahui jalur terakhir yang digunakan pesawat MH370 sebelum hilang dari layar radar SSR Lumpur Radar yaitu jalur PIBOS Alpha Departure. Disamping itu transkrip percakapan 54 menit terakhir juga dapat Anda baca dalam transkripsi MH370. Misteri MH370 sudah terungkap pada hari ke-17, namun sampai kini semua serpihan yang mengapung yang diduga bahan komposit badan pesawat ternyata bukan merupakan bagian badan pesawat. Awalnya wilayah pencarian memiliki cuaca ekstrim dikenal dengan sebutan the Roaring Fourties dan kemudian bergeser kearah timur laut mendekati Perth. Tragedi hilangnya MH 370 Malaysia Airlines dalam penerbangan reguler Kuala Lumpur (KUL)-Beijing (PEK), dimulai pada saat hilang dari layar radar SSR Kuala Lumpur ACC di posisi sebelum terjadi pengalihan tanggungjawab pengendaliannya dari KUL ACC kepada Ho Chi Minh ACC pukul 01:19:29 dinihari waktu setempat, Sabtu 8 Maret 2014. Banyak informasi terpercaya yang kami ungkap dan dapat dijadikan sebagai bahan pencerahan Anda seperti, batas ketinggian (Flight Level) yang diperkenankan bagi jenis Boeing jenis 777-2H6ER, Roaring 40's, Wharton Basin, penggunaan Flight Management System (FMS) dan prosedur dari ICAO perihal komunikasi penerbangan dalam kaitannya dengan penyerahan tanggungjawab pengendalian tersebut serta beberapa topik yang tidak disajikan oleh media lainnya. Harus kami akui bahwa kunjungan kepada portal ini telah melonjak luar biasa pasca misteri MH370 ini, terutama untuk judul dibawah rangkuman tersebut. Tercatat rekor tertinggi telah mencapai 200 kunjungan baru per minggu. Ini sebuah indikasi bahwa tragedi hilangnya pesawat MH370 ini menjadi perhatian serius publik yang peduli keselamatan, selengkapnya dikupas dalam informasi tanpa opini dan spekulasi hanya di Breakin' News. Kami terinspirasi untuk menjadikan isi artikel ini lebih "lively" dengan memasukkan latarbelakang musik berjudul "Lost" yang dibawakan oleh penyanyi asal Kanada, Michael Bublé. Namun bila Anda tidak menghendakinya dapat distop melalui alat pengontrol yang tersedia. Beberapa latarbelakang musik lainnya dari Paduan Suara UI, penyanyi Michael Bolton, Lionel Richie, George Benson dengan "Somewhere Beyond The Sea" serta "Fly Me To The Moon" dari Westlife, dapat dinikmati dibawah heading lain.

Dengan motto: All We Can Do kami akan terus melanjutkan portal ini sebagai jendela keselamatan penerbangan dunia sesuai dengan Visi dan Misi kami. Selepas purna tugas dalam melaksanakan pengabdian selama 35 tahun di keselamatan penerbangan, dan berbekal modal pengalaman dan semangat, kami terpanggil untuk terus memberikan pencerahan yang berkelanjutan ini melalui berbagai informasi global tentang penerbangan sipil.

Dalam paragraf di bawah ini kami sisipkan sebuah komentar yang berasal dari forum komunitas penerbangan internasional tentang pemeliharaan infrastruktur dalam kaitannya dengan keselamatan penerbangan di Indonesia yang kami kutip seutuhnya. Komentar ini terkait dengan beberapa kali insiden (overran dan veered off runway) yang terpublikasi keseluruh dunia dan terjadi di bandar udara di negara kita beberapa bulan terakhir ini. Pembuat komentar ini menyebut dirinya, sebagai penerbang komersial asing yang pernah bekerja di Indonesia. Bandar udara yang disebutnya adalah di wilayah Sumatera. Apabila hal ini memang benar terbukti, maka dapat dipastikan bahwa budaya keselamatan yang baik, belum dimiliki oleh pihak berwenang kita. Forum tersebut telah lama kami yakini sebagai salah satu sumber yang dapat dipercaya. Berikut cuplikan selengkapnya:

By Former Indonesian Pilot on Saturday, Apr 6th 2013 16:16Z

Investments are made in buying new airplanes by the airlines in Indonesia, which is good. Sadly investment in improving the infrastructure to support the growth of traffic in Indonesia is not sufficient. Grooved runways and rubber removing is not present at this airport (have been here many times) and many other airport's in Indonesia. Further on they need to improve their standards on ATC training and have a DGCA that actually governs the airlines and not just looking for a brxxx. "small" airports like Padang with no radar is a typical high treat environment, you have ATC who ask you for your position every 2 minutes during an approach. Or other local operators who fly around with no transponder, ignores ATC instructions etc, lies on estimates to get ahead of other (very professional). It's a cultural thing to take chances and bet it on pure luck... With all the reported runway overruns just proves that there is a systematic failure.

(Source: AV News, 6th April 2013)

Sebagai bahan rujukan bagi pihak berwenang dalam penanggulangan untuk menangani masalah permukaan landas pacu, disarankan untuk membaca lebih lanjut Circular 329 AN/191 ICAO Runway Surface Condition Assesment, Measurement and Reporting.

Kepada semua pihak yang ingin mempergunakan bahan dari informasi yang terdapat dalam situs ini agar terlebih dahulu membaca isi disclaimer kami, dan kemudian Anda dapat menghubungi kami melalui alamat email dibawah ini.

Komentar dan pendapat Anda yang bersifat profesional, ilmiah dan konstruktif sangat kami hargai dan akan segera ditanggapi. Isi email yang bersifat sara, provokasi, intimidasi, politik, ideologi dan sejenisnya yang tidak sesuai dengan VISI dan MISI kami, dengan diawali ucapan maaf, tidak dapat dilayani. Dengan identitas lengkap, hubungilah kami melalui alamat email : amartono@yahoo.com.

Kami akan menanggapi secara umum, apapun bentuk masukan Anda dan memasukkannya sebagai sisipan (amendment) kedalam tulisan yang akan disajikan pada artikel dan informasi yang sudah ada untuk diperbaharui atau akan dimasukkan kedalam judul baru. Demi kesempurnaan isi materi tulisan ini, kami akan senantiasa melakukan perbaikan dan peningkatan dalam semua isi portal ini.

Sejak awal, pembuatan portal kami sepenuhnya berdasarkan desain web browser grafis Internet Explorer (IE). Namun, harus diakui bahwa sesuai dengan data statistik dari alat penjejak kami, sebagaian besar (80%) pengunjung kami mempergunakan web browser grafis Google, sehingga akan memperoleh penampilan yang tidak fit. Disarankan kepada setiap pengunjung apabila menggunakan browser bukan IE, pada saat membukanya, untuk selalu mengaturnya dengan meng"klik" zoom beberapa kali terlebih dahulu (pilih menu View kemudian klik Zoom++ sebanyak 3x) sampai memperoleh tampilan yang sesuai dan kemudian klik "refresh", terimakasih.

indonesia-icao.org adalah gema keselamatan global hanya untuk Indonesia..

Δ Home