Skip to main content.
Related sites: 01 Agustus 2006  10:27:12
More related sites: www.indonesia-icao.org
Communications, Navigation and Surveillance Home | About Us | Disclaimer | Archive | Global Information | Contact Us

Konperensi "DGCA on a Global Strategy for Aviation Safety" di ICAO

Konperensi Direktur Jenderal Penerbangan Sipil dari Negara-Negara Anggota ICAO di Montreal, 20 - 22 Maret 2006.

Konperensi ini dihadiri oleh wakil dari 152 negara anggota ICAO dan 26 organisasi internasional lainnya, dengan total mencapai 526 orang peserta, termasuk 7 wakil dari Delegasi Indonesia dan 3 anggota Perwakilan Indonesia di ICAO.Delegasi Indonesia dipimpin oleh Direktur Jenderal Penerbangan Sipil.

Materi pembahasan di sidang DGCA ini antara lain meliputi:

  1. Keselamatan Penerbangan Secara Umum;
  2. Peningkatan Keselamatan Penerbangan oleh Negara-Negara Anggota;
  3. Global Aviation Safety Roadmap ICAO;
  4. Transparansi dan Sharing Informasi;
  5. Penegakan Sistem Keadilan;

Keselamatan Penerbangan Secara Umum di Dunia

Trend jangka panjang menunjukkan bahwa dalam lima puluh tahun terakhir dengan rata-rata pemantauan per lima tahunan, transportasi udara menunjukkan kemajuan secara cepat dan dinilai semakin baik tingkat keselamatan dan keamanannya dengan indikasi berkurangnya tingkat kecelakaan fatal secara bertahap sehingga penerbangan dalam perjalanan sejarahnya tetap tercatat sebagai moda transportasi yang paling aman.

Akan tetapi dalam trend jangka pendek menunjukkan bahwa dalam tahun-tahun terakhir ini telah terjadi kenaikan tingkat kecelakaan penerbangan secara cukup signifikan dalam dua tahun terakhir. Hal ini sangat meresahkan pengguna jasa penerbangan. Untuk itu diperlukan tindak lanjut untuk menekan jumlah kecelakaan terutama yang fatal dan meningkatkan tingkat keselamatan serta mengembalikan kepercayaan dari para pengguna jasa transportasi udara.

Peningkatan Keselamatan Penerbangan oleh Negara-Negara Anggota ICAO

Sebagian besar negara-negara anggota ICAO telah menunjukkan kemampuannya untuk menaikkan tingkat keselamatan penerbangannya. Hasil kerja USOAP (Universal Safety Oversight Audit Program) menunjukkan bahwa masih ada sebagian negara anggota yang belum bisa melaksanakan sistem keselamatan penerbangan sesuai dengan standar ICAO disebabkan antara lain oleh kurangnya dana, peralatan dan SDM.

Dengan perbedaan tingkat kesiapan negara-negara tersebut maka hendaknya dibentuk kelompok regional di mana antara satu negara dengan negara lain dapat bahu membahu dalam melaksanakan fungsinya menjaga keselamatan di dalam batas regionalnya.

Semua negara-negara anggota ICAO yang masih belum menunjukkan tingkat keselamatan yang memadai diharuskan untuk segera melaporkan rencana apa yang sedang dan telah dilakukan untuk memenuhi target kepada ICAO agar dapat bekerjasama secara kooperatif dengan ICAO.

Diminta agar pihak-pihak lain seperti dari pihak industri penerbangan, organisasi-organisasi dan para pemberi dana bantuan serta negara yang telah maju untuk membantu negara-negara yang tidak mempunyai kemampuan dana, peralatan dan SDM untuk dapat meningkatkan tingkat keselamatannya agar setara dengan negara-negara lain.

Global Aviation Safety Roadmap ICAO

Negara-negara anggota ICAO diharapkan agar turut aktif dalam konperensi ini untuk melahirkan apa yang disebut Global Aviation Safety Roadmap yang merupakan landasan ICAO untuk membangun sistem kerja global untuk berinisiatif dan mengkoordinasi pembuatan kebijakan dan peraturan keselamatan penerbangan.

ICAO akan meminta kerjasama dan inisiatif dari negara-negara anggota, organisasi-organisasi dan seluruh pihak yang terlibat dalam penerbangan sipil untuk melaksanakan dan berpartisipasi sesuai dengan apa yang telah disepakati dalam kerangka kerja ICAO yaitu sesuai dengan Global Aviation Safety Roadmap untuk peningkatan keselamatan lewat jaringan keselamatan penerbangan.

Transparansi dan Sharing Informasi Negara-Negara Anggota ICAO

Sasaran dari transparansi ini adalah sebagai salah satu upaya dalam mengkondisikan seluruh negara anggota agar saling bekerjasama dalam keterbukaan dalam peningkatan keselamatan melalui sharing informasi.

Sistem akses dan sharing dapat dijadikan landasan membangun kepercayaan, sehingga diminta seluruh anggota agar memberikan informasi yang aktual dan akurat. Keterbukaan merupakan kata kunci dalam melakukan kebersamaan kebijakan. Diharapkan dalam konsep ini akan mengalir upaya peningkatan keselamatan penerbangan dari negara anggota yang lebih maju kepada negara lainnya.Diharapkan pada gilirannya akan tercapai titik keseimbangan dimana nanti keselamatan penerbangan akan bersifat universal tanpa memandang dominasi dari sebuah negara.

Setiap negara anggota agar mengimplementasikan isi Artikel 21 dari Document 7300 ICAO Konvensi Chicago Edisi ke-9/2006. Informasi yang diberikan meliputi registrasi pesawat dan data kepemilikan. Implikasi dari implementasi ini adalah konsekuensi akan adanya pengauditan secara reciprocal antar negara yang terkait. Artinya operator dari sebuah negara yang perlu untuk diperiksa keabsahan datanya misal AOC (Air Operator Certificate) wajib memberikan data tersebut kepada otoritas penerbangan sipil dari negara yang bersangkutan demikian pula sebaliknya.

Lebih lanjut dalam pertukaran data sebagai bahan pemeriksaan antar negara tersebut di atas tetap mengacu kepada artikel selanjut dalam Document 7300 tersebut yaitu : Certificate of Registration; Certificate of Airworthiness; Lisensi awak pesawat; Log book; Lisensi Radio komunikasi; Daftar Penumpang beserta data point of departure dan destination; dan data barang yang diangkut.

Sistem jaringan aliran data dan informasi serta hasil temuan USOAP didesain sedemikian rupa agar tidak dapat dimanfaatkan secara exploitatif terutama oleh masyarakat umum (lihat bagan Transparency, Release of Safety Information to the Public Process and Timeline).

Penegakan Sistem Keadilan Negara-Negara Anggota ICAO

Diharapkan agar sesama anggota ICAO untuk besikap tidak memonopoli dan menguasai ekonomi negara lain (Bilateral Agreement penerbangan memiliki dasar reciprocal), bersikap adil dan memberikan bantuannya untuk mengangkat status negara lain yang belum mampu agar sejajar dalam hal pelaksanaan peraturan keselamatan penerbangannya sesuai dengan standar dunia.

Pertemuan yang bersifat extra-ordinary ini yang digagas oleh President ICAO Dr. Assad Kotaite dipenghujung masa baktinya, telah menghasilkan beberapa kesepakatan yang diharapkan dapat menyatukan kebijakan dan langkah dalam upaya meningkatkan keselamatan penerbangan semua negara anggota. Sebagai bentuk kebulatan tekad, semua negara anggota yang hadir dalam pertemuan tersebut telah mengeluarkan sebuah Deklarasi Dunia.

Home