Skip to main content.
Related sites:
More related sites: Indeed, safety is in your hands.
Communications,Navigation and Surveillance: Home | About Us | Disclaimer | Archive | Global Information | CNS Room | Domestic Corner | Contact Us

CATATAN UTAMA


Breaking News: KNKT/NTSC: Laporan Pendahuluan kecelakaan AWQ-8501/QZ-8501 akan dikirimkan ke ICAO minggu depan. Proses awal pengangkatan badan pesawat mengalami kegagalan. Jenazah yang telah ditemukan total berjumlah 63 (Sabtu, 24 Januari 2015). ✈A working group (ATTF) established after the loss of MH370 and headed by the International Civil Aviation Organization (ICAO) has released a paper, 'Global Aeronautical Distress and Safety System' (GADSS) describing their concept for future aircraft tracking and emergency alerting. ✈ Kantor Berita Associated Press: Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menyatakan di hadapan anggota DPR, bahwa pesawat AWQ-8501/QZ-8501 menaikkan ketinggian dengan climbing rate yang terlalu cepat atau tidak normal yaitu 6000 kaki dalam 1 menit, dan kemudian hilang dari layar monitor radar ✈ Khom Loi dan Bang Fai membahayakan keselamatan penerbangan pada ketinggian 20,000 kaki di ruang udara Thailand, selengkapnya dapat dibaca di artikel kami. ✈ Dari 499 maskapai di dunia terpilih 10 maskapai berbiaya rendah (LCC) paling selamat di tahun 2014 yaitu (alphabetical order) : Aer Lingus (Irlandia), Alaska Airlines (US), Icelandair (Reykyavik), Jet Blue (US), Jetstar (Australia), Kulula (South Africa), Monarch Airlines (UK), Thomas Cook (charter UK), TUI Fly (Jerman) dan Westjet (Kanada). Ada beberapa maskapai dari Indonesia, Angola dan Nepal yang diberi peringkat unsafe (dari rentang nilai 1 = tidak selamat sampai 7 = paling selamat). Peringkatan ini berdasarkan gabungan hasil audit USOAP ICAO, IATA-IOSA, IASA-FAA, Uni Eropa dan prestasi tidak mengalami kecelakaan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.(airlinesrating.com) ✈ Dari kantor berita Reuters, diberitakan bahwa hasil "pemeriksaan" CVR AWQ-8501 oleh KNKT mengindikasikan tidak ada tindakan terorisme, inilah kutipan judul beritanya: AirAsia Flight 8501: 'No Threats' In Cockpit Voice Recordings, Terrorism Unlikely In Crash, Officials Say.(Senin 19 Januari 2015) ✈ Australia yakin MH-370 akan ditemukan. Inilah judul berita dari AFP: Ten months on, Australia confident of finding MH370 (16 Januari 2015). Sementara itu the Wall Street Journal menulis bahwa hilangnya pesawat ini kemungkinan karena tindakan sabotase oleh 1-2 orang di dalam pesawat dengan mematikan perangkat sistem komunikasi transponder dan ACARS secara sengaja dan kemudian mengendalikannya menuju ketempat sejauh radius 5-6 jam penerbangan dari lokasi terakhir. Pernyataan itu bersumber dari "Malaysian leader". Saat ini Amerika sedang menyelidikinya. ✈ Singapore navy (MV Swift Rescue) finds main body of crashed AirAsia jet (14 January 2015). ✈ AFP: Divers recover AirAsia cockpit voice recorder (Selasa, 13 Januari 2015) ✈ Standar ICAO menetapkan bahwa berita penting meteorologi dimasukkan kedalam kategori berita keselamatan penerbangan yang harus dikirimkan (individually or broadcast), baca selengkapnya di artikel Musibah AWQ-8501/QZ-8501 kami. ✈ WSJ (13 January 2015) : Data Recorder From AirAsia Flight Successfully Downloaded ☆

"Tanah Airku" dinyanyikan oleh Paduan Suara UI

"Safety is an illusion demanded by those delusional enough to think they can cheat death." --- Henning

Happy International Civil Aviation Day
7 Desember

Tanggal 7 Desember selalu diperingati sebagai Hari Penerbangan Sipil Dunia (ICAD) oleh ke-191 negara anggota ICAO di seluruh dunia. 70 tahun yang lalu tepatnya 7 Desember 1944, Wakil dari 54 negara di dunia diundang oleh pemerintah Amerika untuk berkumpul di Chicago. Mereka membicarakan dan membahas tentang penerbangan sipil dunia. Salah satu keputusan yang bersifat mendunia adalah kesepakatan menandatangani the Convention on International Civil Aviation, atau dikenal dengan the Chicago Convention. Salah satu hasil yang monumental dari konvensi tersebut adalah dibentuknya organisasi penerbangan sipil dunia.

Pertemuan yang dihadiri oleh wakil dari ke-52 negara dan otoritas tersebut dilaksanakan di Grand Ball Room Hotel Stevens yang kemudian dikenal dengan tanggal ditandatanganinya Konvesi Chicago (the Chicago Convention) yang memiliki nilai sejarah penting dalam setiap kegiatan penerbangan sipil di seluruh dunia. Setiap tanggal tersebut ICAO memperingati International Civil Aviation Day (ICAD).

Untuk peringatan ulang tahun yang ke-70 ini, kegiatan dilakukan di dua lokasi yaitu Montreal, Canada dan puncak acara peringatan dipusatkan di Chicago, Amerika. Keunikannya adalah ketika mengadakan acara peringatan puncak yang dihadiri oleh perwakilan dari ke-52 negara tersebut beserta para undangan dari negara anggota lainnya, dilakukan di ruang yang sama seperti yang dilakukan 70 tahun yang lalu yaitu di Grand Ball Room Stevens Hotel yang saat ini sudah berganti nama menjadi Chicago Hilton. Semua rangkaian kegiatan ICAD 2014 sebagimana yang diperingati setiap tahunnya, senantiasa konsisten dengan mengangkat tema: meningkatkan keselamatan, efisiensi dan keteraturan penerbangan sipil di seluruh dunia. Ini membuktikan bahwa nama lokasi boleh berubah namun semangat perjuangan harus tetap eksis sepanjang masa, demi kemaslahatan orang banyak termasuk Anda sebagai pengguna jasa penerbangan, yaitu keselamatan, efisiensi dan keteraturan. Upaya Anda dengan bersikap kritis terhadap segala bentuk pelanggaran aturan yang dilakukan oleh operator (maskapai) atau regulator merupakan kontribusi bagi terciptanya keselamatan.

Laporan ICAO menyebutkan bahwa pada tahun 2013 tercatat 3.1 miliar penumpang dunia terangkut (naik dari 2.9 miliar di tahun 2012), dari lebih 32.1 juta penerbangan di dunia dengan tingkat kecelakaan (fatal dan non fatal) yang terus menurun. Sedangkan Bank Dunia melaporkan bahwa Indonesia menduduki peringkat ke-8 dunia berdasarkan jumlah penumpang terangkut pada tahun 2013. Dalam laporan Bank Dunia tersebut, data yang dirangkum dari sumber ICAO menyebutkan terdapat 10 besar negara berdasarkan jumlah penumpang terangkut yang melebihi 70 juta penumpang dalam tahun 2013. Ke-10 negara tersebut adalah Amerika (743 juta), China (352,7 juta), Inggris (118.3 juta), Jepang (105,9 juta),Jerman (105,01 juta), Brazil (95,9 juta),Irlandia (95.5 juta), Indonesia (85,1 juta), India (75,3 juta) dan Kanada (71,5 juta). Dari ke-10 negara tersebut hanya India dan Indonesia yang masih masuk kategori 2 program audit IASA FAA, sebuah audit keselamatan yang diakui dunia.

Catatan resmi ICAO menyatakan pada 2013 telah tejadi 90 kecelakaan dengan 173 korban jiwa (penumpang dan bukan penumpang). Click artikel ICAO Executive Summary kami di sisi kanan halaman utama ini.

HAPPY INTERNATIONAL CIVIL AVIATION DAY. (Sumber : ICAO, World Bank dan indonesia-icao.org)

Semua artikel di portal ini dengan mudah dapat Anda akses dan pahami, tidak sebatas sebuah informasi saja, namun kami telah melengkapinya dengan kemasan profesional sebagai faktor pendukung, dengan maksud menggugah publik untuk turut mendalami bagaimana proses sebuah operasi penerbangan terjadi. Hal ini dimaksud sebagai pencerah publik dalam upaya menumbuhkembangkan sikap pencermatan dalam kaitannya untuk mengetahui lebih dalam lagi bagaimana mencegah timbulnya sebuah insiden atau kecelakaan. Masyarakat yang menjadi cerdas adalah harapan dan tumpuan kami. Proses keselamatan memerlukan pengawasan kita bersama. Kami ada karena Anda.

Turbulensi Di atas Kalimantan Utara

Sebuah pesawat dari maskapai Singapore Airlines jenis A330-300 beregistrasi 9V-SSD dengan nomor penerbangan SQ-615 yang mengangkut 268 penumpang dan 13 awak pesawat mengalami turbulensi (goncangan) setingkat severe ketika sedang melakukan penerbangan reguler pada 22 Desember 2014 dari Osaka (Jepang) ke Singapore. Kejadian tersebut terjadi di ketinggian 39.000 kaki di atas Laut Tiongkok Selatan (QNE), kira-kira 200 NM sebelah utara-barat kota Bandar Seri Begawan (Brunei) pada pukul 03:10 waktu setempat atau 19:10 UTC. Posisi dan citra cuaca di ketinggian tersebut dapat dilihat dari gambar penampakan Satelit MTSAT Infra merah di bawah ini.

Pesawat kehilangan ketinggian 300 kaki secara tiba-tiba tanpa adanya peringatan dari kokpit sehingga mengakibatkan 14 orang di dalam pesawat mengalami cedera. PiC memutuskan SQ-615 tetap melanjutkan penerbangan ke Changi International Airport Singapore dan mendarat dengan selamat tanpa gangguan lain setelah 2 jam kemudian. Seluruh penumpang cedera segera diberikan perawatan intensif di sebuah rumah sakit di Singapore dan kemudian 13 orang diijinkan untuk pulang. Seorang penumpang dirawat inap di rumah sakit tersebut untuk perawatan lebih lanjut terkait dengan cedera yang diderita di bagian leher dan kepala. Pesawat yang mengalami Severe turbulence tersebut sesuai dengan ketentuan kelaikudaraan segera mendapatkan pemeriksaan menyeluruh terkait dengan kondisi strukturnya. Singapore Airlines adalah salah satu maskapai Asia yang diakui memiliki rekam jejak keselamatan terbaiknya oleh masyarakat dunia. Nikmati turbulensi yang tidak terdeteksi dan terhindarkan seperti kita sedang mengendarai wahana permainan jet coaster, demikian kata para penerbang pesawat komersial berpengalaman. Jadi,.... Please Keep Your Seat Belt Fastened While You are Seated....Selalu kencangkan ikat pinggang Anda pada saat duduk.

(Sumber: AVH News).

Sorotan Sinar Laser Hijau yang Membatalkan Pendaratan
di bandar udara Porto Alegre, RS Brazil

Sebuah pesawat komersial milik maskapai penerbangan American Airlines jenis B767-300 beregistrasi N39356 dengan nomor penerbangan AA-203 ketika sedang melakukan penerbangan reguler dari Curitiba ibukota propinsi Parana (PR) ke bandar udara Salgado Filho International Airport di Porto Alegre-Brazil, terpaksa harus melakukan 2x pembatalan pendaratan. Beberapa sorotan sinar laser hijau dari darat yang sangat mengganggu di posisi short final (sudah sangat dekat ujung landasan). Sorotan tersebut mengarah ke kedua sisi pesawat di jalur pendekatan sehingga memaksa pilot melakukan 2x go around. Ketika itu pesawat sedang di ketinggian 300 kaki di atas permukaan landasan (QFE) di ujung landasan 11, pada malam hari pukul 01:44 waktu setempat tepat sehari sebelum hari Natal tanggal 24 Desember 2014. Sinar laser (biasanya pada saat proses pendaratan) dengan kekuatan intensitas pancaran kuat yang mengarah ke pesawat sangat mengganggu presisi pesawat yang dikendalikan secara manual dalam mempertahankan jalur (path) yang benar untuk dapat mendarat secara tepat di zona touch down. Pada gambar di bawah ini dapat dilihat contoh sinar laser berkekuatan besar seperti yang terjadi di bandara tersebut.

Di posisi pendaratan tersebut, pilot pesawat mengendalikan pesawat secara visual dan manual. Ketika melakukan putaran go around yang kedua pilot pesawat meminta maaf kepada seluruh penumpang melalui PA, hanya dengan mengucapkan "sorry, we have to do this again" tanpa menyebutkan alasannya. Pesawat mendarat dengan selamat di bandar udara Salgado Filho International Airport, Porto Alegre, RS dengan waktu keterlambatan lebih dari 15 menit dari jadwal kedatangan yang seharusnya. Porto Alegre adalah ibukota propinsi Rio Grande do Sul (RS), sebuah kota tujuan wisata yang memiliki bangunan kuno yang dirawat dengan baik di mana juga terdapat Ipanema Beach. Penggunaan alat sorot laser berwarna hijau sangat populer di Brazil dan merupakan sebuah bentuk kesenangan (hobi) seperti pembakaran mercon atau kembang api di negara kita. Kebiasaan hobi penggunaan alat sorot ini dipicu oleh penonton dan pendukung sebuah kesebelasan favoritnya dalam setiap pertandingan sepak bola di negara ini. Sinar laser sangat membahayakan penglihatan dan dalam intensitas yang sangat kuat dapat dijadikan senjata dalam peperangan. (Sumber: AVH News dan Wikipedia English Version))

Unggahan Instagram Pilot yang Menghebohkan

Seorang pilot di kokpit ketika sedang bertugas, mengambil gambar pemandangan indah dengan kamera pribadinya dari langit ketika pesawat sedang dalam proses pendaratan dan lepas landas dan mengunggah dalam instagramnya. Menurut FAA dan EASA (Eropa) tindakan tersebut adalah melanggar ketentuan keselamatan dalam kaitannya dalam "sterile cockpit". Merokok, bernyanyi-nyanyi atau melakukan berbagai tindakan di luar kepatutan seorang pilot pada saat sedang bertugas di cockpit adalah tindakan yang dilarang. Pilot penerbangan komersial Amerika dan Eropa dilarang mempergunakan berbagai perangkat elektronik pribadinya antara lain kamera, handphone dan laptop. Mereka hanya diperkenankan mempergunakan e-flight bag (EFB) sehingga pada saat akan melakukan check list atau manual tidak perlu membawa buku manual yang tebal lagi pada saat sedang bertugas terbang. Mereka harus senantiasa fokus dan konsentrasi kepada tugasnya walaupun pada saat fase jelajah atau pada saat auto-pilot engaged. Beberapa gambar yang diunggah dalam instagram tersebut bahkan ketika pesawat berada di fase kritis seperti pada saat proses pendaratan seperti gambar di bawah ini:

Beberapa saat setelah dipublikasikan oleh Quartz, instagram tersebut hilang dari peredaran.

Inilah beberapa kutipan dari Quartz digital publication :......." Experienced pilots, safety experts, and airlines say the rules are important. Pilots are prohibited from using most personal electronic devices, even at cruising altitude when the plane is on auto-pilot, to ensure they stay focused on flight duties. While restrictions on using electronics have been loosened for passengers, the Federal Aviation Administration (FAA) in the US has actually strengthened its rules for pilots in recent years". ..... "In commercial aviation, the primary concern is safety, and that doesn't have any area for compromise," said Charles "Bud" Bernat, who recently retired after flying for United Airlines for 29 years. He added, "Someone holding a camera or a device, is a big no-no.".....

Pernyataan di atas menunjukkan bahwa steril kokpit merupakan keadaan yang tidak mengenal kompromi dengan pelanggaran, di mana semua kegiatan yang dilakukan di kokpit harus difokuskan hanya untuk keselamatan. Tugas PiC dan FO harus fokus hanya kepada kegiatan operasi penerbangan selama jam tugasnya saja. Kelonggaran dapat dilakukan misalnya hanya untuk menuju ke toilet, coffee break dan makan kecil itupun hanya setelah pesawat berada di ketinggian jelajah pada saat cuaca dalam kondisi baik atau Visual Meteorological Condition (VMC), dan ketika pengendalian pesawat dalam posisi auto-pilot engaged (otomatis pilot difungsikan). Bernyanyi-nyanyi, bergurau yang berlebihan atau tidur adalah merupakan pelanggaran. Perhatikan gambar di bawah ini berapa lama awak kokpit harus serius melakukan tugasnya. Dari 7 pembagian waktu 6 segmen merupakan sterile cockpit. Penerbangan jarak jauh yang melebihi jam tugas awak kokpit tetap dibatasi jam tugas dan harus melakukan pergantian awak pesawat walaupun ketika sedang berada di udara. Sebagai contoh adalah tidak boleh melebihi 30 jam bertugas per minggu. Inilah poster sterile flight deck atau cockpit dari sebuah maskapai penerbangan Australia yang masuk dalam kelompok maskapai yang memiliki keselamatan terbaik dunia.

Selamat Datang Pak Jokowi dan Pak JK
di Penerbangan

Pengunjung www.indonesia-icao.org yang setia di manapun Anda berada di seluruh penjuru dunia marilah kita menyambut bersama kedatangan Bapak Joko Widodo sebagai Presiden RI dan Bapak Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden RI untuk periode 2014-2019.

Semoga pada periode kepemimpinan beliau dengan Kabinet Kerja nya, Keselamatan Penerbangan Indonesia dapat bersanding sejajar dengan kelas terbaik dunia. Keselamatan terbaik akan melindungi seutuhnya masyarakat Indonesia, oleh karena itu kita wajib untuk mendapatkannya. Keselamatan terbaik akan diakui masyarakat dunia berdasarkan hasil penilaian badan audit internasional. Komisi Transportasi Uni Eropa dengan Daftar Pelarangan Terbangnya diawali sejak 2006 dengan ketentuan Regulation No. 474/2006 of the European Commission atau dikenal dengan Blacklist. Badan audit keselamatan lainnya adalah dari IASA-FAA dengan Pemeringkatan Kategori 1 dan 2 IASA-FAA. Badan audit tersebut merupakan dua dari beberapa badan penilai keselamatan kelas dunia yang sangat diakui, profesionalisme, akurasi dan transparansinya (oleh masyarakat dunia) sehingga dapat dijadikan sebagai indikator yang paling mendekati kebenaran untuk mengetahui gambaran, maskapai apa yang memiliki keselamatan terbaik (safest) dan negara mana (otoritas penerbangan sipil) yang memenuhi standar (SARPs) ICAO. IASA FAA lebih mengutamakan menetapkan negara (otoritas) berdasarkan peringkat yang memenuhi dan tidak memenuhi standar ICAO (Meets ICAO Standards dan Does Not Meet ICAO Standards).

Daftar Pelarangan Terbang Maskapai Uni Eropa yang terkini adalah edisi 11 Desember 2014 dapat Anda "klik" di Legal Notice yang meliputi lebih dari 280 maskapai dari 20 negara di dunia. Indonesia AirAsia merupakan 1 dari 5 maskapai Indonesia yang terbebas dan tidak termasuk dalam blacklist tersebut sejak 2009. Blacklist Uni Eropa terhadap maskapai Indonesia diberlakukan sejak 2006 dan hingga hari ini (2015), masih ada tersisa 60 maskapai atau usaha penerbangan Indonesia yang menurut Badan Keselamatan Uni Eropa tersebut tidak memenuhi syarat keselamatan yang berdasarkan standar minimum ICAO. Blacklist ini menempatkan ke-60 maskapai Indonesia tersebut setara tingkat keselamatannya bersama kebanyakan maskapai dari Afrika (click Legal Notice di atas). Maklumat daftar pelarangan terbang dari EU atau yang lebih dikenal dengan sebutan Blacklist, khusus bagi maskapai dari sebuah negara. Isi maklumat tersebut terdiri dari Annex A dan B. Annex A berisi daftar nama maskapai yang sepenuhnya dilarang terbang di wilayah ruang udara ke-28 negara Uni Eropa sedangkan Annex B berisi daftar nama maskapai yang pelarangan terbangnya dibatasi (tidak sepenuhnya). Bentuk pembatasannya antara lain maskapai tersebut diperbolehkan melakukan penerbangan (komersial atau non komersial) ke ruang udara Uni Eropa, namun dibatasi dengan pesawat beregistrasi tertentu yang sudah diakui antara lain kelaikudaraannya atau kemampuan awak kokpitnya (biasanya pesawat yang disewa secara wet leased atau dikenal dengan ACMI, dari maskapai yang tidak termasuk dalam blacklist). Wet leased yaitu bentuk penyewaan yang meliputi pesawat berikut awak pesawat, perawatan dan asuransi dari pihak lessor. Bentuk penyewaan lainnya adalah damp leased (flight crew, maintenance dan insurance tanpa cabin crew) dan dry leased yaitu hanya pesawat nya saja yang disewa.

Tragedi jatuhnya pesawat AWQ-8501/QZ-8501 pada 28 Desember 2014, bertepatan di awal kepemimpinan Pak Jokowi, adalah merupakan sebuah gambaran tentang potret keselamatan penerbangan sipil di negeri ini. Kami sebagai pencermat keselamatan penerbangan sejak lama, awalnya sulit menemukan jawaban mengapa Indonesia AirAsia yang merupakan 1 dari 5 maskapai dari Indonesia (bersama Garuda Indonesia, Airfast Indonesia, Mandala Airlines (defunct) dan Ekspres Transportasi Antarbenua) yang sudah terbebas dari daftar blacklist badan Keselamatan Uni Eropa sejak 2009, justru mengalami tragedi kecelakaan ini walaupun untuk yang pertama kalinya sejak 10 tahun beroperasi. Namun setelah kami melakukan interaksi melalui forum internasional di jaringan internet beberapa hari pasca kejadian dan berdasarkan "pembelajaran" melalui jaringan internet dunia selama beberapa tahun, akhirnya kami telah menemukan jawabannya. Demi bangsa dan negara tercinta ini, dalam beberapa artikel di portal ini dengan jelas kami buka tabir keselamatan di negeri ini. Blacklist UE kepada lebih dari 280 maskapai di dunia dapat dipandang sebagai sebuah bentuk kegagalan pembinaan otoritas di sebuah negara dengan kaca mata internasional. Walaupun sumber aturan yang dirujuk adalah sama yaitu standar SARPs ICAO, namun perbedaan cara penilaian, aplikasi dan proses penegakan aturan yang berbeda dari sebuah otoritas (rules enforcement) dari sebuah negara merupakan jawaban yang paling mendekati kebenaran mengapa sebuah kegagalan pembinaan terjadi. Kejadian ini selanjutnya yang akan menimbulkan pertanyaan, bagaimana kinerja dengan lebih dari ke-60 maskapai Indonesia lainnya yang sejak 2006 hingga sekarang masih masuk dalam blacklist tersebut. Selanjutnya, bagaimana nasib konsumen pengguna di negeri ini, yang menurut data Bank Dunia telah mencapai lebih dari 85,1 juta orang di tahun 2013 dan terus mengalami peningkatan di tahun 2014. Kenyataan menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat pengguna di negeri ini belum sepenuhnya mengetahui secara benar hak dan kewajibannya dalam proses terbentuknya sebuah keselamatan. Advantage inilah yang sering dijadikan opportunity oleh para pebisnis dan pelaku keselamatan yang tidak bertanggungjawab. Masalahnya akan menjadi lebih sulit lagi bila pelaku di industri penerbangan tersebut di atas termasuk kedalam kelompok untouchable yang tidak melakukan bisnisnya sesuai standar keselamatan yang seutuhnya. Pangsa pasar angkutan udara di negeri ini sangat luar biasa. Sehubungan dengan kenyataan itu. kami sebagai pelaku keselamatan selama lebih dari 35 tahun di negeri ini hanya dapat menitipkan kepada para pemimpin bangsa ini beserta jajarannya untuk melakukan perubahan total terkait dengan keselamatan penerbangan untuk bangsa, melalui penerapan safety culture. Bisnis penerbangan di negeri kita tercinta ini jangan sampai dipegang oleh tangan-tangan yang tidak bertanggungjawab atas nyawa penumpang. Bukan hanya ditutupi dengan berbagai jenis pesawat brand new yang merupakan penampilan semata, namun harus didasarkan dengan penerapan manajemen keselamatan yang seutuhnya sesuai Annex 19 ICAO Safety Management. Upaya lainnya adalah penegakan safety culture yang baik adalah sebuah amanah kewajiban sesuai Undang-Undang Nomor 1/2009 Tentang Penerbangan. Bentuk budaya keselamatan yang bernilai baik sangat diyakini sebagai tool yang paling ampuh oleh beberapa negara yang tingkat keselamatannya tinggi. Kinerja pelaku keselamatan sangat dipengaruhi oleh penerapan standar yang bila terjadi kegagalan sekecil apapun sangat berisiko tinggi terhadap peluang terjadinya sebuah insiden atau kecelakaan. Dibalik kualitas profesionalisme para pelaku penerbangan yang padat teknologi dan standar internasional, tersembunyi berbagai peluang penyimpangan yang sulit diketahui secara kasat mata (terbuka).

Portal kami yang lahir sejak 2005 dan secara bertahap telah kami modifikasi pada 2012 akan terus menerus membuka tabir keselamatan penerbangan dan mempublikasikannya sebagai pencerahan untuk bangsa, dengan harapan kemudian dapat berjalan seiring bersama kami untuk mengawasi proses terjadinya keselamatan di negeri yang tercinta ini. Inti dari definisi keselamatan dalam UU 1/2009 tersebut menyatakan bahwa: Keselamatan terbaik adalah keselamatan seutuhnya, dan inilah yang harus diberikan kepada masyarakat di negeri kita ini. Sejak lama kami bekerja sebagai bagian dari sistem keselamatan di pemerintahan yang selalu ditempatkan di luar inner circle, sehingga memungkinkan pencerahan ini dapat terwujud hingga hari ini.

Laporan Bank Dunia tahun 2014 menyajikan data statistik jumlah penumpang internasional dan domestik yang terangkut oleh semua maskapai yang terdaftar untuk beroperasi di Indonesia dari semua bandar udara (di Indonesia) di tahun 2013, mencapai 85,1 juta orang atau urutan ke-8 dari 10 besar negara di dunia. Penumpang sejumlah itu diangkut dalam 664,114 penerbangan. Jumlah luarbiasa itu harus dilindungi semaksimal mungkin keselamatan perjalanannya oleh semua pihak terkait dimulai dengan disiplin ketat dari REGULATOR atau dikenal dalam penerbangan dengan sebutan otoritas penerbangan sipil di sebuah negara.

Selamat Bekerja Pak Jokowi dan Pak JK, Bersama Suara Rakyat Indonesia. Semoga Sukses Dengan Lindungan Allah SWT. Salam Selamat dari kami indonesia-icao.org sebuah website keselamatan global non profit hanya untuk bangsa.

Pengadilan Kecelakaan Penerbangan di Tiongkok

Captain pilot Qi Quanjun dari Henan Airlines (Tiongkok) dijatuhi hukuman 3 tahun penjara oleh pengadilan pemerintah propinsi Heilongjiang menyusul setelah terjadinya kecelakaan fatal di bandar udara Yichun yang menewaskan 42 orang dari 96 PoB. Kapten pilot Qi Quanjun pada saat itu sedang menerbangkan pesawat jenis Embraer E-190-100LR dengan nomor penerbangan 8387 (VD8387/KPA8387) dari Harbin Taiping International Airport ke Yichun Lindu Airport yang keduanya terletak di propinsi Heilongjiang. Kecelakaan itu terjadi pada malam hari tanggal 24 Agustus 2010 pada saat cuaca berkabut tebal sehingga menjadikan jarak pandang di bawah minimal. Pengadilan memutuskan bahwa pilot telah melanggar ketentuan keselamatan penerbangan yaitu standar batas pandang minimal yang diperkenankan untuk mendarat. Pada saat itu jarak pandang mendatar landasan sudah berjarak 2800 meter. Pesawat pada saat itu melakukan pendekatan secara instrumen dengan mempergunakan patokan VOR/DME kearah landas pacu 30, dan setelah mencapai batas ketinggian terendah yang diperkenankan (decision height) yaitu 440 m dari permukaan landas pacu, namun ternyata touchdown zone belum juga terlihat oleh pilot yang segera melakukan pembatalan pendaratan dengan melakukan prosedur missed approach. Namun ternyata pesawat tidak dapat melakukan manuver prosedur tersebut dengan selamat dan kemudian jatuh dan terbakar. Bandar udara Yichun Lindu yang memiliki panjang landasan 2300 m dan lebar 45 m adalah bandar udara yang baru 1 tahun (pada 2010) diresmikan dan merupakan bandar udara yang dikelilingi oleh hutan dan dikenal sering tertutup oleh kabut tebal (fog). Pesawat nahas berjenis Embraer E-190 seri 100LR tersebut adalah pesawat milik Henan Airlines yang baru berusia 2 tahun dengan 5100 jam terbang dan 4712 flight cycles (take-off dan landing). Musibah ini merupakan kecelakaan yang pertama kali dialami oleh jenis pesawat ini di dunia. Setelah kejadian tersebut beberapa maskapai besar Tiongkok memutuskan untuk menutup penerbangan malam ke Bandar udara Yichun Lindu dengan alasan cuaca. (Sumber Yahoo News, Wikipedia English Version)


Pengunjung Setia, inilah beberapa catatan berikutnya dari kami:

Kebakaran di Pusat Pengendalian Lalulintas Udara
Jelajah FAA Aurora, Chicago

Pada Jumat 26 September 2014 yang lalu, Pusat Pengendalian Lalulintas Udara Jelajah (Air Route) FAA yang berlokasi di 619 W. New Indian Trail Rd. Aurora, Illinois, mengalami kebakaran besar. Setelah dilakukan perbaikan besar-besaran secara nonstop, Pusat Pengendalian ini telah dapat difungsikan kembali dengan kapasitas penuh dan normal pada Senin 13 Oktober 2014.

Inilah gambar tampak muka pusat pengendalian FAA yang terletak 40 mil di pinggiran (suburb) di sebelah barat pusat kota Chicago tersebut.

Pusat pengendalian ke-5 terbesar di Amerika dan di bandar udara terpadat di Amerika, segera setelah kejadian telah membatalkan lebih dari 2000 penerbangan dari bandar udara O'Hare dan Midwest International Airport di Chicago (Midwest adalah airport hub domestik terbesar di Amerika), serta ratusan keterlambatan kedatangan di kedua bandara tersebut. Ratusan pesawat mengalami keterlambatan akibat kegagalan pengaturan separasi radar yang kemudian diatasi secara manual sesuai Contingency Plan.

Sebenarnya, pelayanan apa saja yang diberikan oleh pusat pengendalian tersebut, sehingga seluruh operasional penerbangan terganggu?. Di bandara yang kepadatan lalulintas udaranya (air traffic) sangat padat, pengaturan separasi vertikal, horisontal dan mendatar (longitudinal) serta pemvektoran harus dilakukan secara cermat dan presisi dengan bantuan radar (radar separation atau radar vector). Pengendalian tersebut sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya tubrukan di udara (air collision) antar pesawat in bound maupun out bound, serta efisiensi (fuel saving consumption) dan keteraturan kepada semua penerbangan komersial khususnya. Keteraturan akan menciptakan kelancaran yang pada gilirannya nanti akan menekan keterlambatan akibat antrian panjang dan lama bagi pesawat (long queue)

Setelah meninggalkan ketinggian jelajah, sebuah pesawat in-bound (datang) untuk memulai proses pendaratan akan mulai diatur urutannya sampai melakukan proses pendaratan akhir di titik sentuh pendaratan (touch down zone) disebuah landasan (runway) tertentu secara bergantian.

Bandar udara Internasional O'Hare memiliki 8 landas pacu aktif yang panjangnya berkisar dari 2.286 sampai 3.962 meter, sedangkan bandar udara internasional Midwest memiliki 5 landas pacu yang lebih pendek dibandingkan O'Hare. Untuk mengendalikan lalulintas penerbangan di jalur jelajah, FAA memiliki 22 pusat pengendalian di seluruh ruang udara Amerika. Chicago Center merupakan ke-5 terbesar, yang mengendalikan lebih dari 2 juta operasional penerbangan setahunnya.

Memasuki wilayah pendaratan sebelum berhubungan dengan ADC (Aerodrome Control Tower) diperlukan urutan dalam proses pendaratan yang akan diatur mulai dari ACC (Aerodrome Control Center) kemudian APP (Approach Control). Bentuk pengendalian antaralain dengan mengurangi kecepatan pesawat, kemudian ketinggian mulai diturunkan secara bertahap dan bergantian serta mengarahkan pesawat (heading) menuju ujung landasan untuk pendaratan.

Anda dapat membayangkan bagaimana dampaknya bila lebih dari 2000 penerbangan setiap harinya yang akan lepas landas dan ribuan lagi yang mendarat dari 8 landas pacu di O'Hare dan 5 di Midwest International Airport, terputus data pendukungnya.

Pada saat ribuan data berbentuk berita dari pesawat, hilang akibat kebakaran tersebut, maka pengaturan dengan mempergunakan separasi radar pun harus dikembalikan secara manual. Prosedur darurat yang dipergunakan sementara adalah dengan mempertahankan ketinggian di 10.000 kaki sampai dengan di atas landas pacu (abeam runway) bagi pesawat in-bound, yang kemudian dipandu oleh tower untuk proses pendaratannya. Pusat pengendalian ini juga merupakan pusat pendistribusian otomatis ribuan berita-berita keselamatan penerbangan yang sangat diperlukan secara on time oleh petugas ATS seperti berita cuaca dari Center Weather Service Unit (CWSU) yang berada menjadi satu (co-located) dalam pusat pengendalian tersebut. Berita lainnya adalah, flight plan, departure, position report, transfer dan berbagai pengaturan separasi.

Sejak kebakaran terjadi, lebih dari 220.000 calon penumpang tertahan di bandar udara (stranded) perhari tanpa ada kejelasan pergantian pesawat. Pada hari kedua setelah kebakaran kondisi mulai membaik. Lebih kurang ratusan (200 an) pesawat sudah mulai dapat diberangkatkan dan didaratkan namun masih dengan waktu keterlambatan berkisar antara 30 menit sampai 1 jam sedangkan pembatalan "hanya" 600-an.

Perbaikan segera dilakukan secara non stop (24/7) dan dimulai dengan membangun pusat yang baru oleh Harris Corp. Sesuai waktu yang diperkirakan oleh FAA, perbaikan tersebut akan memakan waktu lebih dari 2 minggu. Untuk mengatasi ini maka Contingency Action yang rumit diterapkan untuk menghindari air collision dan mengatasi pembatalan serta keterlambatan. Petugas ATC segera diperbantukan ke beberapa fasilitas ATS di luar Aurora untuk memaksimalkan pelayanan darurat ini.

Kebakaran terjadi akibat tindakan dari seorang pekerja kontrak dari perusahaan Harris Corp. (yang kemudian ditunjuk untuk melaksanakan perbaikan). Pria berumur 36 tahun tersebut adalah teknisi lapangan yang telah bekerja 8 tahun di Harris Corp. dan pada saat kejadian bermaksud akan melakukan tindakan percobaan bunuh diri dengan membakar dirinya sendiri di basement gedung FAA tersebut. Pria ini segera diberhentikan pekerjaannya.

Sesuai dengan rencana, akhirnya, setelah melakukan perbaikan secara nonstop 24/7, perusahaan ini telah dapat menyelesaikan perbaikan pada Senin 13 Oktober 2014 sehingga pusat pengendalian di bandar udara terpadat di Amerika ini dapat dioperasikan kembali dengan kapasitas penuh. (Sumber dari: YahooNews dan AP)

ΔHome

Musibah Kecelakaan Fatal Pesawat Indonesia AirAsia AWQ-8501/QZ-8501

Catatan Editorial: Kembali sebuah pesawat dari maskapai yang diakui masyarakat dunia termasuk kategori baik keselamatannya, mengalami musibah menyusul setelah hilangnya MH-370 di somewhere in this planet dan tertembakjatuhnya MH-17 di FIR Dnipropetrovsk, Ukraina 18 Juli 2014. Sekurang-kurangnya dua badan audit yang menempatkan peringkat ini berdasarkan polling pengguna dunia, yaitu badan audit keselamatan maskapai dari Uni Eropa dan AirlineRatings.com. Bahkan harian Los Angeles Times pada terbitan 5 Januari 2015 menyatakan bahwa kinerja keselamatan Indonesia AirAsia, oleh masyarakat dunia telah dijadikan sebuah benchmarking (tolok ukur) keberhasilan peningkatan keselamatan di Indonesia. Kami sebagai pelaku keselamatan yang pernah terlibat langsung di lapangan sejak 1974 dan organisasi penerbangan sipil dunia pada 2004, mengakui bahwa ketiga kejadian ini sangat erat kaitannya dengan penerapan subsistem pelayanan komunikasi penerbangan yang merupakan bagian dari sistem navigasi penerbangan. Sistem yang tidak dilaksanakan secara patuh, lengkap dan sesuai dengan standar prosedur ICAO akan dapat menimbulkan tragedi yang sangat menyedihkan seperti ini. Dari berbagai tulisan di artikel dalam web kami ini, telah terbukti bahwa keselamatan penerbangan terbaik hanya dapat dibentuk dari keselamatan yang seutuhnya yakni melaksanakan kepatuhan standar seutuhnya. Menjalankan sistem sesuai standar atau SARPs ICAO, adalah sebuah keharusan.

Lebih lanjut tentang AirlineRatings.com tersebut, dapat kami jelaskan sedikit berikut ini. Website yang dikelola secara non profit, profesional, independen dan sangat transparan ini telah menjadi rujukan kebanyakan masyarakat dunia dalam menilai keselamatan sebuah maskapai. Web ini berdomisili di Australia. Parameter yang digunakan untuk menetapkan sebuah maskapai di dunia kedalam penilaiannya adalah gabungan dari hasil audit USOAP-ICAO (otoritas), IOSA-IATA (maskapai), IASA-FAA (otoritas dan maskapai), Banned-Uni Eropa (maskapai) dan rekor kecelakaan atau insiden maskapai selama 10 tahun terakhir. Web ini tidak membuat peringkat berdasarkan urutan angka (1,2,3 dan seterusnya) namun dikelompokkan menjadi maskapai yang memiliki peringkat safest (mencapai nilai 7), safer, safe dan unsafe (hanya memperoleh nilai 1). Hasil audit Uni Eropa edisi Desember 2014 telah menempatkan kembali Indonesia AirAsia kedalam 5 maskapai Indonesia yang terbebas dan tidak termasuk kedalam blacklist Badan Keselamatan Uni Eropa ini. Dua dari kelima maskapai Indonesia tersebut saat ini berhenti beroperasi bukan karena masalah keselamatan. Masih ada 60 maskapai dan usaha penerbangan Indonesia yang masuk kategori blacklist Uni Eropa karena tidak memenuhi persyaratan keselamatan minimum berdasarkan aturan standar SARPs ICAO. Kedua rujukan ini ditambah dari IASA-FAA, Transport Canada, CAA Inggris, CASA Australia telah menginspirasi kami untuk menjadikannya sebagai sumber-sumber terpercaya dalam pengisian berbagai artikel di portal ini.

Pengunjung Setia, sesuai dengan slogan portal kami yaitu "Gema Keselamatan Global Untuk Indonesia", inilah beberapa informasi yang berhasil kami liput dari berbagai sumber resmi manca negara tentang musibah AWQ-8501/QZ-8501 tersebut yang kami sajikan berdasarkan urutan dan sisipan terkini, Selamat Membaca :